HIV/AIDS

HIV/AIDS

Informasi Latar Belakang:

HIV (Virus Imunodefisiensi Manusia) adalah penyebab AIDS (Sindrom Imunodefisiensi Diakuisisi) yang merupakan tahap terakhir infeksi ini. Infeksi HIV merupakan masalah kesehatan masyarakat global utama dan ada lebih dari 35 juta orang yang terinfeksi pada akhir 2012, dengan mayoritas tinggal di SubSaharan Afrika (69%). Kurang dari sepertiga pasien yang terinfeksi dalam dunia sedang menerima obat anti-retroviral di negara-negara berpendapatan menengah hingga ke bawah di mana tingkat transmisi kadar sangat tinggi.

Epidemiologi:

Saat ini terdapat lebih dari 4000 pasien yang terinfeksi dinotifikasikan di Singapura di akhir tahun 2012. Terdapat 6229 penduduk yang telah dinotifikasikan yang mengalami infeksi HIV / AIDS di Singapura pada akhir tahun 2013. Pada beberapa tahun terakhir, rata-rata jumlah kasus baru yang dinotifikasi adalah sekitar 40041 – 500469 setiap tahun. Dalam 6 tahun terakhir (2008 to 2013), Mayoritas terinfeksi adalah laki-laki(93%). Transmisi mode yang umum mencakup:

  • Heteroseksual (47%)
  • Homoseksual (45%)
  • Biseksual (6%)
  • Pengguna Narkoba intravena (0.04 %)
  • Lainnya (ibu-ke-anak, produk darah yang terkontaminasi, transplantasi organ, rute yang tidak diketahui)

Sebagian besar (90%) berusia antara 20 – 59 tahun.

Klinis:

Ketika seorang pasien terinfeksi oleh virus HIV, ia mungkin memakan waktu hingga 10 tahun sebelum ia mengembangkan gejala yang membawanya ke perhatian dokter. Oleh karena itu, individu dengan gaya hidup berisiko tinggi disarankan diuji secara teratur sehingga penyakit terdeteksi awal dan pengobatan dapat dimulai awal. Perawatan awal memiliki keuntungan dengan mempunyai respon yang lebih baik kepada terapi obat dan ini juga meminimalisasikan transmisi infeksi di ke kontak terdekat mereka. Virus HIV bertindak dengan menguraskan sel kekebalan tubuh diketahui sebagai sel CD4 yang bertanggunjawab melawan infeksi. Pasien HIV juga lebih cenderung mendapat kanker akibat kerusakan fungsi kekebalan, yang memainkan peranan sebagai patogenesis dalam penyakit kanker tertentu. Jumlah CD4 adalah penanda pengganti tentang keutuhan sistem kekebalan tubuh. Secara umum, jika jumlah CD4 di bawah 500 sel / ul, pasien harus dimulai dengan pengobatan anti-HIV (ART). Infeksi HIV tahap awal seringkali tidak memiliki gejala. Hanya sejumlah kecil pasien akan mempamerkan “penyakit serokonversi” yang merupakan penyakit febril (demam) pendek dengan ruam dan pembesaran kelenjar limfa yang terjadi sekitar 4-6 minggu selepas infeksi awal. Inilah waktunya ketika tubuh mulai membuat antibodi. Jangka waktu antara infeksi dan kemunculan antibodi sekitar 4-6 minggu yang dipanggil “ waktu jendela (window period” karena pemeriksaan darah tidak dapat mendeteksi antibodi pada saat ini.
AIDS yang tidak diobati, yang merupakan tahap terakhir infeksi, membawa harapan untuk hidup dari 1 – 3 tahun dan sebahagian besar pasien yang terinfeksi akan menyerah kalah pada infeksi berat atau kanker. Tanda-tanda dan gejala infeksi akhir meliputi:

  • Demam yang tidak dapat dijelaskan
  • Sariawan (bintik-bintik jamur di mulut)
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Diare
  • Ruam kulit
  • Infeksi rekuren (radang paru, ruam saraf, gastroenteritis, dll)

Pengobatan:

Pengobatan infeksi HIV adalah dengan obat anti-retroviral (ART). Tidak ada penyembuhan bagi HIV dan perawatan pengendalian seumur hidup dengan obat-obatan. Kamu tidak boleh berhenti mengambil obat karena virus terus di bawah pengawasan dan pasien dapat hidup untuk waktu yang lama dengan kondisi kesehatan yang normal asalkan mereka tetap pada terapi obat.

Regimen perawatan ini telah dikhususkan dengan karakteristik setiap individu pasien. Hal ini sebaiknya dibicarakan dengan dokter penyakit menular anda.

Setiap obat memiliki efek samping yang mungkin timbul dan anda harus mendiskusikannya dengan dokter anda.

Poin Catatan:

HIV dianggap infeksi kronis pada saat ini dan tidak ada obat yang diketahui yang dapat membasmi virus tersebut. Terdapat beberapa laporan tentang “penyembuhan” tetapi ini adalah kasus yang sangat jarang dan mereka adalah “1 dalam kejadian jutaan”.

HIV adalah penyakit yang wajib dilaporkan di Singapura. Jangan khawatir tentang restriksi perjalanan jika anda seorang warga Singapura, notifikasi adalah untuk tujuan statistik. Namun, jika anda adalah seorang warga asing, anda mungkin menghadapi larangan wisata masuk (travel entry ban) kecuali dokter anda menerapkan izin bagi kemasukkan kembali ke Singapure untul perawatan.

Terdapat juga fasilitas pengujian yang anonymous di Singapura jika anda prihatin tentang notifikasi HIV.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat MOH (Ministry of Health) atau HPB (Health Promotion Board) situs web.

Untuk Membuat Temu Janji