Imunisasi Untuk Orang Dewasa

Informasi Latar Belakang:

Di Singapura, sebagian besar imunisasi untuk anak-anak sehingga berusia 18 tahun yang tercakup dalam Program Imunisasi Anak Nasional. Untuk orang dewasa, tidak ada program atau jadwal imunisasi dan sering diserahkan kepada dokter masing-masing untuk merekomendasikan vaksin yang cocok. Ramai orang dewasa bahkan tidak menyadari bahwa ada vaksin yang ditujukan dalam kelompok usia mereka atau kelompok yang berisiko tinggi.

Epidemiologi:

Seperti disebutkan, kurangnya kesadaran dan minimal penekanan kesehatan masyarakat untuk imunisasi dewasa telah mengakibatkan penyerapan rendah untuk vaksinasi bahkan dalam kelompok berisiko tinggi misalnya pasien lansia (orang tua dari 65 tahun) dan orang-orang dengan penyakit kronis bersamaan. Berbeda dengan vaksinasi anak-anak di Singapura yang telah mencapai dekat dengan cakupan 100%, orang dewasa tetap kelompok sebagian besar tidak divaksinasi. Ada kesenjangan yang besar dan kesempatan untuk meningkatkan kesehatan pada orang dewasa dengan imunisasi sepanjang hidup.

Klinis:

Imunisasi adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular dan gejala sisa mereka . Immunsations dapat dibagi menjadi kategori berikut :

  1. Rutin: Ini adalah vaksinasi yang diberikan umumnya untuk mencegah penyakit umum penting kesehatan masyarakat misalnya. Gondok, campak , rubella , tetanus , difteri , pertusis , hepatitis B , dll. Mereka diberikan kepada semua anak yang lahir di Singapura dan orang dewasa harus mengambil booster untuk mempertahankan kekebalan mereka misalnya tetanus booster setiap 10 tahun.
  2. Diperlukan: Ini diperlukan untuk masuk ke negara-negara tertentu sebagaimana diatur oleh International kesehatan peraturan (IHR), yang vaksinasi demam kuning (Organisasi Kesehatan Dunia) diperlukan untuk masuk ke negara-negara tertentu dan kembali ke Singapura setelah perjalanan ke negara endemik demam kuning. Vaksinasi terhadap meningitis dan influenza adalah persyaratan untuk perjalanan ke Mekkah untuk Haji atau Umrah.
  3. Rekomendasi: Ini adalah vaksin yang diindikasikan untuk perjalanan ke negara-negara endemik untuk penyakit tertentu misalnya Jepang B ensefalitis, tipus, Rabies, Hepatitis A, dll. Kelompok lain yang direkomendasikan vaksin adalah untuk individu dengan kondisi medis tertentu yang menempatkan mereka pada risiko tinggi infeksi tertentu misalnya kondisi medis orang tua, kronis seperti diabetes, masalah jantung dan paru-paru, pasien Splenektomi, transplantasi pasien, pekerja kesehatan, pasien terinfeksi HIV, dll.

Post Vaksinasi sebagai ‘Perawatan’:

Vaksin kadang-kadang dapat digunakan untuk melindungi orang-orang non-kekebalan terhadap penyakit tertentu setelah eksposur tapi ini harus dilakukan sesegera mungkin misalnya cacar air, eksposur hepatitis, rabies post eksposur. Selain itu, ada imunisasi pasif dengan antibodi injeksi untuk “instant” perlindungan setelah rabies, cacar air dan hepatitis eksposur untuk situasi yang berisiko tinggi.

Poin Catatan:

Vaksin harus diambil minimal 2 minggu sebelum antibodi dapat dibentuk untuk memberikan perlindungan. Beberapa vaksinasi perlu diberikan selama 3 minggu atau bahkan satu bulan sebelum itu efektif. Misalnya, sertifikat vaksin demam kuning hanya sah 10 hari setelah vaksinasi karena itu adalah interval yang minimal sebelum antibodi pelindung terbentuk.

Vaksin direkomendasikan untuk orang dewasa dengan dasar sebagai berikut :

  1. Umur
  2. Sebelum status vaksinasi / sejarah
  3. Kondisi Kesehatan
  4. Gaya Hidup
  5. Pekerjaan
  6. Tujuan Wisata

Selain vaksin perjalanan tertentu , vaksinasi umum pada orang dewasa adalah melawan mikro – organisme berikut :

  1. Influenza
  2. Hepatitis A dan B
  3. Difteri Tetanus Pertusis dan ( Tdap )
  4. Pneumococcal
  5. Varicella dan Herpes Zoster
  6. Human Papilloma Virus

Anda harus jumpa dokter keluarga anda atau hubungi klinik kami untuk review di mana vaksinasi dewasa paling sesuai untuk anda dan juga anggota keluarga anda.

Untuk Membuat Temu Janji