Listeriosis

Listeriosis adalah sejenis infeksi bakteri serius yang disebabkan dari memakan makanan yang terkontaminasi oleh bakteri yang dikenal sebagai Listeria monocytogenes.

Agen penyebab:

Listeria monocytogenes

Epidemiologi:

Infeksi ini terlihat di seluruh dunia dan biasanya sporadis dengan wabah yang kadang-kadang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi. Infeksi biasanya ringan pada individu yang sehat tetapi bisa memiliki konsekuensi serius pada beberapa subkelompok pasien: yaitu: wanita hamil, pasien lanjut usia dan pasien yang immunocompromised. Insiden ini lebih meningkat pada mereka yang berusia lebih dari 50 tahun. Infeksi pada kehamilan dapat menjadi penyakit ringan untuk ibu tetapi dapat menyebabkan kehilangan janin, kelahiran mati (still birth), persalinan prematur dan sepsis neonatal berat pada bayi baru lahir. Infeksi pada individu immunocompromised dapat menyebabkan penyakit serius termasuk meningitis, batang otak (brain stem) ensefalitis dan stroke, yang mengakibatkan kematian. Ini juga lebih mungkin pada pasien dengan penyakit hati, penyakit ginjal, diabetes dan alkoholisme.

Makanan Terlibat:

  • Sayuran / salad
  • Produk susu
  • Pemotongan dingin (cold cuts)
  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Bumbu kuah selada
  • Telur
  • Daging yang terkontaminasi
  • Ikan / daging yang diasap

Presentasi klinis: 

  • Dapat hadir dengan sindrom berikut:
  • Penyakit mirip flu ringan
  • Gastroenteritis
  • Meningo-ensefalitis / stroke
  • Sepsis neonatal pada bayi baru lahir

Kasus ringan biasanya terlihat pada orang sehat dan sebaliknya dapat hadir seperti penyakit mirip flu dengan demam, nyeri otot, mual dan diare. Meningitis dapat menjadi parah dan muncul sebagai sakit kepala, demam, kejang atau mengantuk. Ia dapat juga muncul sebagai gastroenteritis dengan mual, muntah dan diare.

Diagnosis:

Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan isolasi bakteri oleh kultur dalam darah, tinja atau cairan serebrospinal tergantung pada spesimen yang diperoleh berdasarkan sindrom.

Pengobatan:

 Biasanya dengan antibiotik. Penicillin atau obat sulfur saja atau dalam kombinasi dapat digunakan untuk pengobatan.

Pencegahan:

  1. Mengadopsi praktek makan makanan yang selamat yaitu makan makanan yang dimasak, disimpan dengan baik dan hanya mengkonsumsi produk susu yang dipasteurisasi.
  2. Jangan mencampur makanan yang dimasak dan mentah, gunakan talenan dan pisau yang berbeda dan menyimpannya secara terpisah di dalam peti es.
  3. Pasien hamil dan immunocompromised tidak boleh mengkonsumsi makanan setengah matang atau makanan mentah atau makanan susu yang tidak dipasteurisasi.
  4. Praktek makanan dan kebersihan air.

Tidak ada tempat untuk antibiotik profilaksis dan tidak ada vaksin yang tersedia untuk infeksi ini.

 

Untuk Membuat Temu Janji